Indeks Masyarakat Sipil Tahun 2012

cover IMS 2012Indeks Masyarakat Sipil adalah sebuah upaya untuk mengukur status “kesehatan” masyarakat sipil di Indonesia. Pertama kali dibuat pada 2002 diinisiasi oleh YAPPIKA dan terus mengalami perkembangan. Hasil IMS dapat digunakan sebagai ‘alarm’ bagi masyarakat sipil dan berbagai pihak yang memberikan perhatian terhadap kehidupan masyarakat sipil dan demokrasi.Pengukuran IMS di tingkat kabupaten pada 2012 ini dilakukan di tingkat kabupaten dilakukan di 16 (enam belas) kabupaten/kota di wilayah 4 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan (Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Gowa dan Takalar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Kota Baubau, Kabupaten Buton, Muna, dan Buton Utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima dan Dompu), serta Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Sumba Barat dan Sumba Timur).

Selain data demografi tentang jumlah orang miskin, tingkat kriminalitas, cadangan sumber daya mineral dan sumber daya alam yang kerap jadi pemicu konflik sumber daya alam, perlu juga diketahui tentang keragaman budaya, sejarah Pemilu/Pemilukada yang pernah ada, sejarah konflik. Data-data tentang tingkat pendidikan, kualitas manusia, ketersediaan sarana pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat, ketersediaan lapangan kerja, angka pengangguran lokal, ketersediaan sarana umum dan hiburan adalah informasi dasar yang mungkin dapat memperkaya analisis tentang kesehatan masyarakat sipil. Juga tentunya adalah data tentang adanya keragaman media, keragaman pemiliknya dan keragaman isinya.